Melihat seperti Tuhan melihat

Beberapa minggu terakhir ini, judul diatas yang menjadi perenungan gw. "see as Jesus sees "...
apeh coba maksudte ???
ni aye jabarin yak ...
Tadi pas dijalan abis jalan-jalan ama anak murid gw. gw berpikir tentang memandang orang lain seperti Yesus memandang...
Yesus ga pandang pelanggaran
Yesus ga pandang kesalahan
Yesus ga pandang status sosial
Yesus ga pandang jabatan
Yesus ga pandang DOSA

Kalau selidik demi selidik and survey demi survey (asseeekkk) ga sedikit orang yang melihat dari penampakan luar dari impresi pertama. Kalau baik, hubungan akan tetap berlanjut. Tapi pas ada konflik jadi ga terima satu sama lain. Gw juga pernah bersikap seperti itu, n bahkan mungkin masih sampai sekarang. 
But gw mau jadi "Jesus freak", mengikuti apa yang sudah diteladaninya...




Kadang gw juga suka menghakimi orang secara ngga langsung n Daddy (Jesus) langsung tegor gw.

"Ingat nak, kamu nda kuat menghakimi orang. Karena kamu daging, jadi kamu nda berlaku adil". 
Mat 26:41

"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
 Langsung I say apologize to Him and yang bersangkutan juga. haha
Manusia ga akan pernah mampu menghakimi dengan adil, hanya Yesus yang mampu melakukannya.


And Yesus bener-bener jadi contoh buat gw. Seperti kisah wanita penzinah yang dihakimi sama orang-orang farisi. Di kitabnya orang-orang farisi ada dosa kecil and dosa gede kali ya (penghakiman manusia) ... coba kalau kata ini terlintas "wanita penzinah" pasti yang dibenak kebanyakan orang seperti ini, :"Ih, sampah dunia" or "tu wanita musti dihukum" or "Usir aja dia, cuman merusak nama baik n blablablablabla...

but Jesus is different 
He accepted the woman And Jesus said, I do not condemn you either. Go on your way and from now on sin no more. John 8 : 11

Daddy Jesus udah kasih teladan kepada gw. Daddy (Jesus) bilang Daddy benci dosa, bukan benci pendosa.
Gw mau terus belajar dari pribadi Daddy, and gw mau serupa dengan Daddy...
Gw bener-bener ngerasa Daddy terima gw tanpa syarat, and gw sangat merasakan KasihNya yang hangat seperti menyelimuti tubuh gw and gw merasakan damai sukacita karena gw trus bangun hubungan denganNya...
Pernah juga gw lost contact (ga mencari wajahNya, karena males) disitu gw sadar gw sombong, karena sebelum melakukan hari gw , gw ga cari wajah Tuhan n tanpa gw sadari gw sedang menggunakan kekuatan gw...
Berasa sesek and ga tenang pas hari gw ga diawali dengan mencari wajahNya...
Ketika gw kasih celah, iblis ga cuman nyerang sekali...tapi berkali-kali...
dari menghakimi, marah-marah, khawatir dan lain sebagainya (LOL)

Itulah pentingnya membangun hubungan dengan Sang Pusat Hidup...

Kadang yang sering membuat orang ga bertahan dalam hubungan (apapun bentuknya seperti pernikahan, persahabatan,dll) adalah berfokus kepada kelemahan satu sama lain...
Itu pernah gw alami... mungkin gw secara langsung ga menghakimi, tapi dipikiran gw, gw menghakimi...
Tapi gw percaya ini adalah pembentukan gw menjadi serupa dengan Dia melalu respon gw.
Puji Tuhan, God terus keep gw and gave me strength sehingga gw bisa melaluinya... walaupun belom tuntas.
Gw mau belajar memuji orang dengan mulut gw dan melihat orang dengan KACAMATANYA YESUS...
Mau melihat seperti Yesus melihat, Yesus melihatku and anak-anakNya dengan KASIH...
so do I Lord Dad :)

Mau terus tetep TAAT sama perintah Daddy ^,^

Hope you'll blessed

Comments

Popular posts from this blog

A Strong Woman, or a Woman of Strength?